Cari Blog Ini

Memuat...

Sabtu, 17 Maret 2012

PEMBELAJARAN MENULIS DAN MEMBACA PERMULAAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.     A. Latar Belakang
Sebagaimana kita semua ketahui, tujuan akhir kita dari pengajaran bahasa Indonesia adalah siswa terampil berbahasa. Dalam kehidupan sehari-hari, kegiatan berbahasa tercermin dalam empat aspek ketrampilan berbahasa, yakni berbicara, membaca dan menulis. Pemerolehan ketrampilan berbahasa selalu saling terkait, artinya pemerolehan ketrampilan berbahasa yang satu akan mendasari ketrampilan lainnya.
Ketrampilan membaca itu sendiri adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari suatu yang ditulis. Ketrampilan membaca dan menulis ini diperoleh seseorang setelah mereka memasuki usia sekolah. Oleh karena itu, kedua jenis ketrampilan berbahasa ini merupakan sajian pembelajaran yang utama dan utama bagi para murid-murid sekolah dasar di kelas awal. Kedua materi ketrampilan ini dikemas dalam satu paket pembelajaran yang dikenal dengan paket membaca, menulis permulaan.
Untuk itu makalah ini kami buat untuk menjelaskan bagaimana evaluasi pembelajaran bahasa, terutama membaca dan menulis permulaan di kelas dasar atau kelas awal.

2.     Tujuan penulisan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
-         Mendefinisikan pengertian dari ketrampilan membaca , menulis permulaan.
-         Mengetahui metode pembelajaran pembelajaran bahasa membaca, menulis permulaan.
-         Menambah pengetahuan tentang evaluasi pembelajaran bahasa, terutama membaca dan menulis permulaan.
3.     Kajian pustakan
Bahan-bahan makalah ini kami ambil dari referensi buku dan situs-situs internet yang berbeda-beda  supaya data yang kami kumpulkan tentang evaluasi pembelajaran bahasa, terutama membaca dan menulis permulaan. Untuk lebih jelasnya kami akan lampirkan pada daftar pustaka sumber-sumber yang kami ambil.
BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pembelajaran Membaca dan Menulis permulaan

Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang di tulis. Membaca melibatkan pengenalan symbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau humor.
Sebagian besar kegiatan membaca sebagian besar dilakukan dari kertas. Batu atau kapur di sebuah papan tulis bisa juga dibaca. Tampilan komputer dapat pula dibaca.
Membaca dapat  menjadi sesuatu yang dilakukan sendiri maupun dibaca keras-keras. Hal ini dapat menguntungkan pendengar lain, yang juga bisa membangun konsentrasi kita sendiri.
Membaca merupakan kegiatan yang membutuhkan keseimbangan yang baik, dimulai dari mulai gerakan mata dan pemantapan pemikiran serta kemampuan untuk menerima informasi dan menelaah informasi tersebut.
Dibutuhkannya keseimbangan yang baik dan akurat agar kita mampu menerima informasi secara tepat dan mengingat informasi tersebut saat kita perlukan. Dalam membaca dibutuhkan pula kosentrasi agar kita bisa menyimpan informasi secara maksimal. Semakin sering kita membaca maka semakin baik pula kemampuan membaca kita.
Para ahli telah mendefinisikan tentang membaca dan tidak ada criteria tertentu untuk menentukan suatu definisi yang dianggap paling besar. Menurut Hariss dan Sipay (1980;8) membaca sebagai suatu kegiatan yang memberikan respon makna secara tepat terhadap lambing verbal yang tercetak atau tertulis. Pemahaman atau makna dalam membaca lahir dari interaksi antara presepsi terhadap symbol grafis dan ketrampialn berbahasa serta pengatahuan pembaca. Dalam interaksi ini, pembaca berusaha mencipatakan kembali makna sebagaimana makna yang ingin disampaikan oleh penulis dan tulisannya. Dalam proses membaca itu pembaca mencoba mengkreasikan apa yang dimaksud oleh penulis.

B.   Pengertian Membaca dan Menulis permulaan
Membaca , menulis permulaan merupakan program pembelajaran yang diorientasikan kepada kemampuan membaca dan menulis permulaan di kelas-kelas awal pada saat anak-anak mulai memasuki bangku sekolah. Pada tahap awal anak memasuki bangku di kelas 1 sekolah dasar, Membaca dan menulis permulaan merupakan menu utama.
Kemampuan membaca permulaan lebih diorientasikan pada kemampuan membaca tingkat dasar, yakni kemampuan melek huruf. Maksudnya, anak-anak dapat mengubah dan melafalkan lambing-lambang tertulis menjadi bunyi-bunyi bermakna. Pada tahap ini sangat dimungkinkan anak-anak dapat melafalkan lambing-lambang huruf yang dibacanya tanpa diikuti oleh pemahaman terhadap lambing bunyi-bunyi tersebut.
Kemudian kemampuan menulis permulaan tidak jauh berbeda dengan kemampuan membaca permulaan. Pada tingkat dasar/permulaan, pembelajaran menulis lebih diorientasikan pada kemampuan yang bersifat mekanik. Anak-anak dilatih untuk dapat menuliskan ( mirip dengan kemampuan melukis atau menggambar) lambang-lambang tulis yang jika dirangkaikan dalam sebuah struktur, lambang-lambang itu menjadi bermakna . selanjutnya dengan kemampuan dasar ini, secara perlahan-lahan anak-anak digiring pada kemampuan menuangkan gagasan, pikiran, perasaan, ke dalam bentuk bahasa tulis melalui lambing-lambang tulis yang sudah dikuasainya. Inilah kemampuan menulis yang sesungguhnya.

C.   Metode Pembelajaran Membaca dan Menulis permulaan

1.     Metode Eja
Pembelajaran membaca dan manulis permulaan dengan metodenya ini memulai pengajarannya dengan memperkenalkan huruf-huruf secara alfabetis. Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai dengan bunyinya menurut abjad. Sebagai contoh A/a, B/b, C/c, D/d, E/e, F/f, dan seterusnya, dilafalkan sebagai (a), (be), (ce), (de), (e), (ef), dan seterusnya. Kegiatan ini diikuti dengan latihan menulis lambang, tulisan, seperti a, b, c, d, e, f, dan seterusnya.
Setelah melalui tahapan ini, para siswa diajak untuk berkenalan dengan suku kata dengan cara merangkaikan beberapa huruf yang sudah di kenalnya misalnya :
B, a, d, u menjadi b-a àba (dibaca atau dieja/be-a/à(ba)
                             d-u àdu (dibaca atau dieja/de-u/à(du)
                             ba-duàdilafalkanàbadu
proses ini sama dengan menulis permulaan,setelah anak-anak bisa menuliskan huruf-huruf lepas, kemudian dilanjutkan dengan belajar menulis rangkaian huruf yang berupa suku kata. Sebagai contoh, ambilah kata ‘ badu’ tadi, selanjutnya, anak diminta menulis seperti ini : ba-duà badu.
Proses pembelajaran selanjutnya adalah pengenalan kalimat-kalimat sederhana. Contoh-contoh perangkaian huruf menjadi suku kata, suku kata menjadi kata, dan kata menjadi kalimat diupayakan mengikuti prinsip pendekatan spiral, pendekatan komunikatif, dan pengalaman berbahasa.

2.     Metode Bunyi
Proses pembelajaran membaca permulaan pada metode bunyi ini berasal dari pertama atau pemula dari kata yang ia dengar ,melalui proses pelatihan dan proses tubian. Prinsip dasar dari proses pembelajarannya tidak jauh berbeda dengan metode eja/abjad.

3.     Metode Suku Kata
Proses pembelajaran membaca dan menulis permulaan dengan metode ini diawali denga pengenalan suku kata, seperti: ba, bi,bu,be,bo / ca, ci, cu, ce, co,/ da, di, du, de, do/ ka, ki, ku, ke, ko/., dan seterusnya. Duku-suku kata tersebut, kemudian dirangkaikan menjadi kata-kata bermakna. Sebagai contoh, dari daftar suku kata tadi, guru dapat membuat berbagai variasi paduan suku kata menjadi kata-kata bermakna, untuk bahan ajar membaca, menulis permulaan.

4.     Metode Kata
Proses pembelajaran membaca, menulis permulaan seperti yang digambarkan dalam langkah-langkah di atas dapat pula dimodifikasi dengan mengubah objek pengenalan awalnya. Sebagai contoh proses pembelajaran membaca, menulis permulaan diawali dengan pengenalan sebuah kata tertentu. Kata ini kemudian dijadikan lembaga sebagai dasar untuk pengenalan suku kata dan huruf.

5.     Metode Global
Metode ini sering dikatakan dengan metode kalimat. Dikatakan demikian karena alur proses pembelajaran membaca, menulis permulaan yang diperlihatkan melalui metode ini diawali dengan penyajian beberapa kalimat secara global. Sebagai contoh : memperkenalkan gambar, mengurangi salah satu kalimat menjadi kata; kata menjadi suku kata; dan suku kata menjadi huruf-huruf.

6.     Metode Struktural Analitik Sintetik
Metode ini merupakan salah satu jenis metode yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran mambaca dan menulis permulaan bagi siswa pemula. Kemudian melalui proses analitik, anak-anak diajak untuk mengenal konsep kata,. Kalimat utuh yang dijadikan tonggak dasar untuk pembelajaran membaca permulaan ini diuraikan ke dalam satuan-satuan bahasa yang lebih kecil di sebut kata. Proses penganalisisan atau penguraian ini terus berlanjut hingga pada wujud satuan bahasa terkecil yang tidak bisa diuraikan lagi, yakni huruf-huruf.
Proses pengurain ini dalam pembelajaran dengan metode SAS meliputi : kalimat menjadi kata-kata, kata menjadi suku-suku kata, suku kata menjadi huruf-huruf.
D.   MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA DAN MENULIS PERMULAAN

Pada bagian ini kita akan berlatih bagaimana melaksanakan pembelajaran membaca dan menulis permulaan dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas dengan mengambil salah satu metode tertentu. Yang perlu anda pahami adalah konsep-konsep pokok langkah-langkah pembelajaran membaca dan menulis permulaan yang berlandasan pada penggunaan metode membaca dan menulis permulaan tertentu.
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membaca dan menulis permulaan ini terbagi kedalam dua tahapan sebagai berikut:
1.pembelajaran tanpa buku.
2.pembelajaran dengan menggunakan buku.

1.     Langkah-langkah pembelajaran MMP tanpa buku

a.     Menunjukan gambar
b.     Mencerikan gambar
c.      Siswa bercerita dengan bahasa sendiri
d.     Memperkenalkan bentuk-bentuk huruf (tulisan) melalui bantuan gambar
e.      Membaca tulisan bergambar
f.       Membaca tulisan tanpa gambar
g.     Memperkenalkan huruf, suku kata , kata atau kalimat dengan bantuan kartu.
Demikianlah model-model alternative pengajaran membaca permulaan tanpa buku.

2.     Langkah-langkah pembelajaran MMP dengan menggunakan buku

a.     Membaca buku pelajaran atau buku paket
b.     Membaca buku atau majalah anak yang sudah terpilih
c.      Membaca bacaan susunan bersama guru-siswa
d.     Membaca bacaan susunan siswa ( kelompok perseorangan)

-         Langkah- langkah pembelajaran menulis permulaan

Langkah-langkah kegiatan menulis permulaan terbagi ke dalam dua kelompok, yakni :

a.     Pengenalan huruf
Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembelajaran membaca permulaan. Penekanan pembelajaran diarahkan pada pengenalan bentuk tulisan serta  pelafalannya dengan benar. Funfsi pengenalan ini di maksudkan untuk melatih indera siswa dalam mengenal dan membedakan bentuk dan lambang-lambang tulisan.

b.     Latihan
Ada beberapa bentuk latihan menulis permulaan yang dapat kita lakukan seperti :
-latihan memegang pensil dan duduk dengan sikap dan posisi yang benar
-latihan gerakan tangan
-latihan mengeblat
-latihan menatap bentuk tulisan
-latihan menulis halus indah
-latihan dikte
-latihan melengkapi tulisan.

Demikian langkah-langkah pembelajaran MMP dengan mengunakan buku dan cara berbagai macam latihan yang dapat dilakukan oleh para siswa.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar